Tarikh Vs Sirah (Part 2)

Tarikh Vs Sirah (Part 2)

Tinjauan tradisi keilmuan Islam

Pada Edisi sebelumnya, telah dibahas penjelasan Tarikh dan Sirah, dan perbedaan dari kedua istilah tersebut.

Selain 2 hal di atas, ada 2 lagi istilah lagi yang membahas penyampaian peristiwa yang sudah lampau, yaitu Sejarah dah Kisah.

Kata Sejarah secara etimologi, berasal dari bahasa Arab, شَجَرَة (syajarotun) yang artinya pohon. Hal ini merujuk kepada silsilah keluarga, yang menyerupai pohon, ada batang, cabang dan ranting. Karena berkembangnya ilmu pengetahuan, sejarah bisa mencakup berbagai catatan kehidupan manusia yang nyata yang telah lampau, yang bisa meliputi bidang politik, sosial, ekonomi, budaya pada suatu masyarakat atau bangsa.

Sedangkan untuk pengertian kisah, Menurut Mahmud Yunus dalam Kamus Arab-Indonesia menyebutkan bahwa Secara bahasa, kisah berasal dari kata qashash (bahasa Arab : قصص) dalam bentuk mashdar yang dipetik dari kata qashashayaqushshuqishashan  (قصص – يقصص – قصصا ) yang secara etimologi berarti mencari jejak.  

Secara umum, penggunaan istilah Tarikh, Sirah, Sejarah dan kisah walaupun mempunyai arti, makna yang masing-masing berbeda, namun penggunaannya diartikan sama.

Dikatakan dalam Al-Qur’an, kandungan ayat-ayat dalam surat yang ada terdapat enampuluh lima persen lebih berisikan tentang kisah. Yang menceritakan tentang penciptaan nabi Adam, sebagai manusia pertama sampai dengan Nabi Utusan terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskan dalam Al Qur’an, Surat Huud Ayat 120

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin.”

Demikian juga dalam surat Yusuf ayat 111 digambarkan bahwa kisah merupakan bagian dari teladan yang bisa dapat diambil banyak manfaatnya bagi orang yang berakal.

 لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Artinya: “Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur’an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

Manfaat Sejarah

Sejarah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, bisa sebagai nilai yang menyatu dengan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

  1. Sebagai Sarana Ibrah (Pengajaran)

Sejarah dapat menjadi pelajaran berharga untuk menata masa depan maupun pertimbangan dalam mengambil langkah kebijakan. Meski seseorang tidak mengalami langsung suatu peristiwa, ia tetap bisa belajar dari kisah yang tercatat dalam sejarah.

  1. Peneguh Hati

Dari Sejarah, manusia akan mendapatkan ketenangan dan keteguhan hati dalam menjalani hidup. Seseorang bisa lebih menyadari dan memaknai apa yang ia lakukan pada saat ini secara lebih mendalam dan penuh kesadaran.

  1. Sebagai Peringatan

Peristiwa masa lalu, baik yang positif maupun negatif, bisa menjadi pengingat bagi seseorang agar mampu mengambil pelajaran dari kejadian yang pernah terjadi.

  1. Sebagai Sumber Kebenaran

Manusia selalu membutuhkan kebenaran untuk menopang kehidupannya. Sejarah hadir sebagai bukti nyata yang membantu seseorang memahami sesuatu secara lebih objektif.

  1. Panduan untuk Masa Depan

Selain sebagai sumber informasi, sejarah juga berfungsi sebagai inspirasi sekaligus panduan dalam menjalani kehidupan. Dengan belajar dari pengalaman yang sudah terjadi, seseorang bisa lebih siap menentukan jalan hidupnya di masa mendatang.

Dalam Kitab Sejarah Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, Karangan Munawar Khalil, Manfaat Dari sejarah adalah : Pertama, riwayat para nabi dan rasul Allah yang diceritakan kepada nabi kita Muhammad SAW, yang berfungsi untuk meneguhkan hati dan menguatkan pikiran beliau dalam menghadapi rintangan orang-orang yang tidak mempercayai seruan beliau. Melalui ayat itu diharapkan dalam menghadapi orang-orang yang tidak percaya, Nabi Muhammad saw. tidak gentar, khawatir, dan takut karena peristiwa yang sedemikian itu adalah perkara biasa yang pernah dialami dan dirasakan juga oleh para nabi utusan Allah yang telah datang sebelum beliau. Kedua, berita para rasul yang diceritkan ifu berada dalam kebenaran, kebenaran yang tidak perlu diragukan lagi karena yang diserukan oleh para rasul itu benar, tidak ada yang salah dan tidak ada yang dusta. oleh sebab itu, berita-berita dan riwayat-riwayat mereka itu dapat dipergunakan sebagai nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman. Ketiga, berita dari cerita yang dikisahkan Allah kepada pribadi Nabi SAW, adalah sebaik-baik cerita yang diceritakan-Nya dengan perantaraan wahyu Al-Qur’an, sekalipun pada sebelummya itu beliau termasuk golongan orang-orang yang belum mengetahui. Oleh sebab itu, hendaklah riwayat atau cerita-cerita itu digunakan benar-benar. Keempat, cerita-cerita atau riwayat-riwayat para rasul itu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang memiliki akal dan menjadi teladan bagi orang-orang yang berakal sehal Karena, riwayat-riwayat itu bukanlah cerita-cerita bohong, omong kosong.

Demikian pembahasan berbagai istilah Tarikh dalam berbagai buku sejarah yang Penulis rangkumkan.

Karena begitu pentingnya Tarikh bagi pembentukan peradaban manusia di jaman ini, maka pada edisi yang akan datang, Penulis akan memaparkan tarikh Nabi Muhammad SAW sejak Sebelum Kelahirannya Sampai Beliau wafat.

Sumber bacaan :

  1. Kelengkapan Tarikh Rasulullah, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.
  2. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, Munawwar Khalil.
  3. https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-sejarah
  4. https://www.kisahweb.com/2020/12/7-pengertian-kisah-menurut-para-ahli.html.